Site Loader

Sri Mulyani melihat renovasi Gedung Tua Daendels ini tidak menghilangkan keasliannya. Sebab, renovasinya mempertahankan bahan konstruksi yang sudah ada, seperti kayu .
“Artinya ini kayu-kayu masih semua asli dari semuanya kita preserved,” jelas dia.
Tidak hanya itu, Sri Mulyani mengaku pihaknya meminta arahan dari pemilik gedung-gedung tua dalam melakukan renovasi demi menjaga autentisitasnya. Meski begitu, ia tidak menampik kalau bagian dari langit-langit gedung tersebut sudah ada perubahan, karena memiliki motif Kawung.
“Jelas bukan waktu zaman Pak Daendels ada di sini,” ungkapnya.
Sri Mulyani dalam kesempatan tersebut mengajak awak media beserta pimpinan redaksi (Pimred) yang sedang menghadiri Penghargaan Apresiasi Media Nagara Dana Rakca 2022, ikut membayangkan apabila Daendels tinggal di sana. Istana tersebut, katanya, dibangun Daendels untuk dokter anak menghindari wilayah Kota Tua yang sudah terdampak penyakit malaria.
“Mereka pindah ibu kota ke sini untuk menghindari malaria, namun terjadi Perang Napoleon yang mengalahkan Belanda. Kemudian, terjadi perubahan penjajahan. Ini yang merupakan banyak sekali story behind this building, saya rasa ini akan jadi bagus,” tutur Sri Mulyani.
Ia sempat meminta tanggapan ke beberapa orang di sana terkait bangunan ini, banyak yang mengatakan bahwa gedung tersebut bagus dan instagramable. Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang akan lebih banyak menikmati keindahan bangunan tersebut menyampaikan hal yang sama.
“Pak menko lihat waktu pertama kali kita menyalakan lampunya dari luar itu it’s so majestic, bagus banget, lalu di foto. Makanya yang saya upload di instagram untuk saya pamerkan dan ternyata komentar luar biasa,” tambahnya.
Membuka Peluang Kerja Sama dengan Swasta
Ia menegaskan gedung ini tidak boleh hanya meminta biaya. Untuk itu, Sri Mulyani berharap bangunan peninggalan Belanda tersebut dapat menghasilkan pemasukan.
Kemenkeu juga akan mengajak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membuatnya menjadi satu kesatuan dengan Lapangan Banteng.
“Nanti akan dibuat BLU, ini adalah bagian dari transparansi, menjadi venue yang bagus bisa dibuka. Semoga juga bisa menjadi tempat terutama teman-teman media yang harus nongkrong di sini, tempat Pak Menko kalau lagi jutek bisa lihat gedung bagus ini, sehingga bisa menulis yang bagus-bagus,” pungkas Sri Mulyani.